Livedoor -Fading Glory-

Livedoor Sudah melihat sampul depan TIME Asia edisi 30 Januari 2006? Disana ada wajah mantan CEO Livedoor jepang “TAKAFUMI Horie” yang dijepang lebih dikenal dengan nama “Horiemon” salah satu ikon pelopor kebangkitan IT jepang.

Siapa sih Horie ? DI tahun 1996, dia mengundurkan diri dari Univ. of Tokyo, salah satu universitas terbaik di jepang utk memulai usaha website consultant yang dinamakan Livin’ on the Edge. Memasuki bursa saham pada tahun 2000 dan mengganti nama menjadi Livedoor setelah mengakusisi perusahaan portal situs tersebut. Dalam jangka waktu 5 tahun, dia berhasil mengembangkan usahanya dengan strategi M&A(Merger and Acquisitions) menjadi 27 perusahaan dengan tingkat investasi lebih dari 22 kali lipat. Strategi yang dijalankan adalah membagi-bagi jumlah kepemilikan saham sehingga mempermudahkan investor utk memiliki saham tersebut. Kemudahaan memiliki saham ini yang mendorong harga saham Livedoor menjadi berlipat-lipat. Bayangkan hanya dengan uang 500 yen (sekitar Rp 40,000) , anda bisa menjadi pemilik saham Livedoor !

Di dalam usianya yang tergolong masih muda 33 tahun, dia mampu mewujudkan beberapa mimpinya bahkan memiliki ambisi untuk membuat kerajaan IT yang mampu disejajarkan dengan Yahoo. Horie mampu merebut hati para gererasi muda yang ambisius dengan gebrakan-gebrakan strategi bisnisnya yang menjadi sensasi tersendiri dalam dunia investasi jepang. Di tahun 2004, Horie berusaha membeli team baseball “kintetsu buffaloes”. Tahun 2005, berusaha merebut Nippon Broadcasting, salah satu anak perusahaan televisi komersial terbesar di Jepang. Bahkan pada bulan Agustus 2005, menjadi salah satu kandidat senat politik dalam kampanye PM Koizumi walau akhirnya kalah. Tak pelak lagi, pamor horie menjadi meningkat yang sekaligus juga mempromosikan perusahaan Livedoor.

Namun beberapa hari terakhir koran2 di Jepang diramaikan oleh berita penangkapan Horie karena tuduhan skandal laporan keuangan palsu yang memulai era runtuhnya kerajaan Livedoor. Demi mendongkrak harga saham Livedoor yang digunakan untuk mengakusisi perusahaan-perusahaan lainnya, Horie membuat laporan palsu keuangan. Perusahaan yang seharusnya merugi bisa direkayasa menjadi untung. Tim investigasi khusus akhirnya berhasil menguak kecurangan ini dan hanya dalam beberapa hari, Horie ditangkap dan dipenjarakan. Harga saham yang sempat naik pada harga 780 yen, jatuh lebih dari 80% menjadi 155 yen hanya dalam satu minggu. Peristiwa ini mengakibatkan paniknya investor-investor sehingga menjual saham-saham IT dan saham-saham lainnya. Efek “Livedoor Shock” ini merambat ke indeks bursa saham Nikkei yang merosot sampai 6 % dan juga bursa saham-saham di dunia.

Mmmhh … sepertinya sudah cukup panjang saya coba merangkum kejadiannya ini. Seperti yang tadi saya uraikan harga saham livedoor begitu murah, dan harganya yang makin hari ke hari meningkat plus sistem infra di jepang yang memudahkan kita untuk dapat bertransaksi saham di internet menarik investor-investor seperti mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga, pekerja kantor untuk menginvestasikan uangnya di Livedoor. Saya juga pernah menanamkan saham di livedoor 1 tahun lalu ketika Livedoor berusahan mengambil kepemilikan Nippon Broadcasting. Kalau saya memilikinya 1 minggu yang lalu …. bagaimana jadinya ???