Wisuda master @ University of Tokyo

March 22, 2006

Wisuda Hari ini tanggal 23 Maret 2006, saya diwisuda untuk gelar master engineering. Bangun jam 7:30 pagi, merenungkan dan mengucap syukur bahwa Tuhan telah menuntun saya dalam menjalankan kehidupan research selama 2 tahun. Mempersiapkan kemeja dan jas, keluar rumah sementara cuaca hari ini mendung, jalan-jalan masih basah karena hujan kemarin malam. Tiba di kampus, suasana marak mahasiswa dengan wajah yang ceria menunggu saat-saat wisuda. Beberapa ditemani orangtuanya, beberapa berpakaian kimono, beberapa berpakaian toga, sebagian besar menggunakan jas, atau bahkan ada juga yang berpakaian casual. Di jepang, memang tidak ada keharusan untuk menggunakan toga ketika acara wisuda dan suasana wisudanya pun tidak lebih meriah daripada suasana wisuda di Amrik atau Indonesia. Apalagi kalau dibandingkan di Indonesia, dimana keluarga atau bahkan satu kampung bisa datang untuk merayakan seorang anak yang lulus dari universitas ternama :)

Memasuki ruang Yasuda Hall, ruangan terbesar di tengah-tengah kampus The University of Tokyo, suasana berubah menjadi hikmat dan hening. Ruangan yang bertingkat dua ini penuh dengan mahasiswa2 yang akan diwisuda. Karena tidak ada tempat duduk di tingkat 1, saya memutuskan untuk mengambil tempat di lantai 2. Acara dimulai dengan paduan suara, kemudian prof. tiap fakultas memasuki podium, memberikan sambutan dan kemudian tiap-tiap mahasiswa terbaik menerima surat ijazah langsung dari dekan universitas. Acara yang berlangsung kurang lebih 1 1/2 jam itu selesai … 2 tahun perjalanan yang panjang … tak terasa begitu cepat.

Beberapa pesan yang disampaikan oleh dosen pembimbing saya tentang arti makna sebuah ijazah.

  • Pertama, ijazah diibaratkan sebagai sebuah “SIM”, suatu tanda pengenal jati diri dari hasil sebuah pembelajaran dan latihan yang dijalani beberapa tahun. (Di jepang untuk mendapatkan SIM perlu mengambil 30 jam mata pelajaran teori dan 30 jam mata pelajaran praktek berikut dengan tes dan biaya yang sangat besar). “SIM” juga merupakan salah satu titik awal kita untuk bisa menaiki “kendaraan” agar dapat melangkah lebih jauh dan lebih cepat.
  • Kedua, ijazah merupakan suatu tanda darimana kita belajar menempa ilmu. Dari tanda ini kita membawa suatu misi, visi yang ditanamkan selama kita menuntut ilmu. Sebagai suatu ilmuwan kita dituntut untuk memiliki pemikiran yang logis, jiwa yang bersih, moral yang bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan yang akan kita hadapi ketika terjun ke masyarakat.
  • Ketiga, ijazah merupakan “kwitansi” dari harga yang kita bayar dalam menuntut ilmu. Suatu tanda penghargaan untuk setiap insan yang membantu kita mendapatkan gelar tersebut, baik itu orang tua yang membesarkan kita dan terus menunjang kita dalam doa, dosen dan pengajar yang senantiasa membimbing kita, sahabat-sahabat yang mendukung kita dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari, kekasih kita yang memberikan curahan kasih sayang, negara atau badan-badan sosial yang memberikan kita kesempatan mendapatkan beasiswa dan terlebih lagi kepada Tuhan yang memberikan kita hidup, kesempatan dan talenta untuk dapat menyelesaikan pendidikan.

Di depan telah menanti tantangan dan tanggung jawab yang lebih besar.

Categories: Event.

Tags: ,